Pengalamanku Dua Tahun Kecanduan Judi Online Sampai Terpaksa Kerja di Kantor Bandar

Pada usia 21 tahun, saya telah mempunyai sepeda motor, netbook, dan gerobak angkringan untuk usaha, hasil lungsuran orangtua. Saya semula percaya akan sanggup hidup berdikari walau saat ini masih kuliah. Semua keinginan itu hancur sesudah saya mengenali judi Slot Gampang Menang dari teman di universitas.

Awalannya saya main-main bermain Slot Online untuk isi waktu luang sambil menunggu usaha angkringan. Tetapi, secara cepat usaha malah tidak saya seriusi. Di kepala saya sejauh peristiwa gelap itu, yang terjadi sepanjang 2 tahun, hanya deposit (depo) rekening judi, kembali dan kembali. Saya tidak lagi dapat berpikiran rasional, apa lagi pikirkan masa datang.

Semua beberapa barang yang saya punyai, terhitung gerobak peninggalan ortu, selekasnya beralih tangan. Semuanya sudah dipasarkan dan uang hasil penjualannya saya putar kembali di website judi. Saya seperti sakau.

Saya ingat benar, uang Rp10 juta yang saya bisa hasil dari jual gerobak angkringan komplet dengan bangku, terpal, dan karpet habis hanya satu minggu karena saya gunakan bermain di judi slots. Saya anggap dengan uang begitu saya dapat menang besar, dan membayar ulangi semua modal usaha. Rupanya, saya malah ambles lebih dalam.

Barang individu habis, barang kekasih juga saya jual. Sepatu converse dan arloji G-shock saya jual pada harga obral. Karena perlu cepat, converse dipasarkan Rp300ribu sementara jam tangan 1/2 juta. Dalam satu hari, dasarnya harus ada minimum Rp300ribu atau Rp500ribu buat saya depositkan ke judi slots. Saya sadar jika sudah ketagihan, tetapi seolah tidak mempunyai kuasa atas diri. Satu hari saja tidak masang, saya gelisah, resah, dan jadi lebih cepat geram.

Sepanjang alami sakau judi itu, rasanya saya tidak sebelumnya pernah tenang. Kerlap-kerlip situs slot online yang berwarna ngejreng itu tidak dapat lenyap dari kepala. Istilahnya, selainnya makan, tidur, dan mandi, masalah saya cuma judi. Aktivitas lain saya meninggalkan, terhitung kuliah. Saya sebelumnya pernah terus menerus mantengin hape untuk main Slot Gacor dari pagi sampai bertemu pagi kembali. Saya harus punyai uang untuk selalu deposit, tidak perduli bagaimana triknya.

Beberapa barang habis, saya tidak punyai muka untuk akui ke orangtua jika hidup saya remuk karena judi. Saya mulai pinjam sana-sini. Ngutang ke rekan, ngutang ke utang online. Jika ditotal hutang saya ke beberapa orang paling dekat capai Rp35 juta, semua habis dikonsumsi bandar. Untuk perhitungan seorang mahasiswa dropout tanpa tugas tentu, itu ialah hutang yang besar sekali.

Mungkin cara saya berutang ke utang online ialah takdir, karena berikut yang di masa datang membuka jalan buat saya keluar ketagihan taruhan online. Tetapi saat sebelum masuk ke sisi itu, saya katakan dahulu saat-saat saya naik tingkat dari pencandu jadi karyawan bandar dalam suatu pulau di lambung Sumatera.

Karena tahu uang saya habis blas dan ketidaktahuan bayar hutang ke beberapa orang, seorang rekan tongkrongan yang penjudi tawarkan saya sebuah tugas: masuk dengan bandar Situs Slot Online dan bisa upah bulanan.

Saya turut teman saya itu ke sebuah ruko yang di luar terlihat sama dengan ruko-ruko secara umum. Di situ saya disandingkan dengan seorang leader. Ia tidak bertanya masalah ketrampilan atau kisah tugas saya. Kemungkinan untuk dia itu tidak penting. Ia cuma bertanya satu perihal: “Dapat menjaga amanah kan?” katanya. Pasti saya jawab dapat. Cuma dengan modal jawaban itu saya diterima bekerja. Benar-benar absurd.

Saya sah jadi bandar Slot Gampang Menang dengan upah Rp4,lima juta /bulan. Yang saya dengar dari rekan saya itu, jika bertahan sampai satu tahun seperti ia, upahnya dapat naik jadi Rp8-10 juta. Dipikirkan, upah di sini kenaikannya lebih cepat dibanding beberapa pekerjaan halal.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *